Minggu, 25 Agustus 2013

THE REALITY OF LIFE (HAKIKAT HIDUP)




As a Muslim who believes in Allah and the Last Day, our view of life to this world is nothing but just a place to stop by for a while. Because there is still a long life for the human being in the future, that is the life in the hereafter or akhirat. That is the truth of the life after the human death in the world. No other life after hereafter. In hereafter, the human will live forefer. A lot of persons live happily, and not a little human who live sadly with getting a lot of painful punishment from Allah SWT.  This is the natural world which was second life in the human journey, after they previously live in the womb, for approximately 9 months. The world we now live in is, perhaps during 100 years old we will live in. But the size is not standard, because anytime and anywhere, God will deign to move us to another real nature again, that is hereafter or akhirat nature.

It could be someone inhales the air once or in one minute in this world, then Allah Almighty called him directly. Some are old, but not a few who are young, fit and healthy, having a good career, wealthy, respectable and being prime, but the provisions of Allah can not be denied by any human being. Whenever God wish to revoke our lives, sure our lives will be revoked, with a particular cause or even without a specific reason. All sorts of effort and resources that we do, will not be able to reject what God has decided.

After passing through the nature of this world, all men will experience many other nature. There are two choices for human, getting  the enjoyment or misery. But the human must choose from now, not  when we are in another nature later. Because the world nature nowadays, it has been established by God to serve us as a place of determinent when deciding to move to another real nature.

In the nature of the world life, God only asks us to declare the recognition that there is no god except Allah and that Prophet Muhammad is His messenger. And we live in an Islamic rules that have been setted and decided. All informations about  the way of life that is wished by Him, were presented and delivered clearly  through the Al-Qur'an and Al-Hadith. There is no reason to argue that someone in the world is not getting any information about his religion.

When human in this world do what God has set, then when they then go into another real nature, happiness will remain for  them. Both physical and spiritual happiness. Conversely, if  the nature of the world is to be a place to fool around, forgetting what God commanded, breaking what had been banned, disregard all of His rules, then once they go into another nature, God must prepare for them to live miserable physically and spiritually. In the grave some human will be tortured with painful punishments. In the Makhsyar field they will be made frightened and lost. In the the court of the end verdict  a lot of people will be handed down heavy and then finally they will be taken into the hell fire which twinge them.

How happy the human who can see the map of the journey of their life in this world. The time period of human life in the world nature is very relative, can be long or it can be a while. While the other worlds that we will face later so big, large, great, and eternal. It is unfortunate if we waste the golden opportunity provided in the world nature in vain. It would be better with a little hard, patient and sincere in the world nature which is only temporary, than we will get painful punishment in the  other nature again (in the here after or akhirat nature).

We all will be soon moving nature, sooner or later. Ensure that when we move into another real nature, we take stock of faith and good deeds. If not, we will lose.
For the sake of time, that the most of the human are in loss. Except those who believe and do good deeds, and counsel each other (one another) to the truth and advise each other (one another) to patience (Surah Al-'Asr: 1-4)

Jumat, 23 Agustus 2013

HIDUP DENGAN MATA BUTA
 

Hidup PELAJAR yang
tidak pernah belajar dan membaca,
adalah
bagaikan hidup
dengan
mata buta


“Anggaplah bukumu
sebagai belahan jiwamu”
“Membaca dengan terpaksa tidak akan menghasilkan apapun, melainkan hampa“

Minggu, 18 Agustus 2013

CINTA SEJATI MENURUT ISLAM (THE TRUE LOVE ACCORDING TO ISLAM)

ARTI CINTA DAN CINTA SEJATI MENURUT ISLAM:
CINTA DAN CINTA SEJATI ANTARA  PRIA DAN WANITA DALAM ISLAM.


  1. Pendahuluan
Seperti yang kita semua telah ketahui, bahwa manusia dan kehidupan manusia tidak bisa lepas dari apa yang disebut dengan cinta kasih (love). Banyak penyair, pencipta lagu, ahli-ahli filsafat, dan ahli-ahli agama yang mencoba mendefinisikan apa arti sebenarnya dari cinta kasih itu. Apa arti cinta sebenarnya, cinta kasih sesama manusia dari sudut pandang Islam. Terutama dalam kaitannya pada cinta kasih antara laki-laki dan perempuan.
Banyak orang berkata: I love you (Aku cinta padamu), akan tetapi, sebenarnya mereka hanya berkata bahwa aku cinta wajahmu yang cantik jelita, aku cinta uangmu, fasilitasmu, dan yang sejenisnya. Apakah ini cinta?

Kita sering mendengar atau menyaksikan dalam kehidupan nyata, di televisi a,tau di film-film, bahwa seseorang jatuh cinta setelah melihat kecantikan atau ketampanan orang lain. Apakah benar ada hubungan antara cinta dan keindahan?
Banyak orang mengatakan, bahwa cerita percintaan antara Romeo dan Juliet adalah salah satu contoh dari cinta sejati (true love), benarkah demikian?

Kita melihat atau mendengar, banyak perempuan yang hamil di luar nikah dan bahkan pada usia yang masih bisa dibilang sangat muda. Mereka telah melakukan hubungan suami istri di luar nikah, dan mereka bilang bahwa mereka melakukannya demi cinta. Apakah benar yang mereka katakan itu adalah cinta?
Bagaimanakah pandangan Islam terhadap cinta? Benarkah dalam ajaran agama Islam, bahwa semua jenis cinta merupakan sebuah ungkapan cinta terhadap Sang Pencipta? Benarkah hubungan muda-mudi masa kini telah jauh menyimpang dari ajaran Islam?

  1. Cinta (love) dalam ajaran Islam
Cinta (love) secara bahasa adalah suka sekali dan senang sekali. Cinta secara istilah ialah rasa kasih sayang yang muncul dari lubuk hati yang terdalam untuk rela berkorban, tanpa mengharap imbalan apapun, dan dari siapapun kecuali imbalan yang datang dan diridhoi Allah.

Dalam Islam, kasih sayang adalah identitas dan asas iman. Hal itu merupakan bukti pengaruh agama terhadap hati nurani, seperti halnya ia juga merupakan kesaksian jiwa manusia yang menurut term (istilah) Islam belum akan diakui beragama bila ia tidak memiliki perasaan kasih sayang.

Allah berfirman: Katakanlah: “Jika bapa-bapa (para pembesar dan nenek moyang), anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada mencintai Allah dan Rasulnya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan (azab/siksaan)-Nya, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.( Al-Qur’an Surat At-Taubat, 9: 24)

2.1  Cinta Terhadap Sang Pencipta (hablun min Allah)
Sebagai manifestasi dari kesadaran sebagai makhluk Allah, manusia berusaha untuk selalu mengadakan hubungan baik dengan Allah, berupa hubungan ritual (ibadah) dengan-Nya. Dalam sistim ritus ini, seseorang pemeluk agama merasa yakin bahwa dengan selalu mengadakan hubungan baik dengan Tuhan, maka hidupnya akan baik. Dengan kata lain, bahagia tidaknya hidup seseorang adalah tergantung kepada hubungan baik tidaknya terhadap Allah.

Cinta kepada Allah adalah cinta makhluk atau hamba kepada Khalik (Penciptanya), dengan jalan mengakui tanpa ragu akan kebesaran-Nya, dan mematuhi secara konsekwen segala titah-Nya. Apa yang diperintahkan-Nya dilaksanakan, dan apa-apa yang dilarang-Nya dihindari. Cinta terhadap Allah ini tidak bisa terlepas dari yang disebut sebagai akhlak, keimanan, dan tauhid.

2.2  Cinta Terhadap Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup, yang berupa alam sekitar, baik berupa udara, air, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan lain-lain merupakan prasarana kehidupan yang harus tetap terpelihara keserasiannya. Maka segala yang dapat merusak lingkungan harus dicegah, karena dapat berakibat kehidupan yang tidak bersih, tidak tertib, dan tidak aman. Itulah sebabnya Islam melarang, bahkan mengutuk orang-orang yang melakukan kegiatan yang dapat merusak lingkungan.

Islam mengajarkan ummatnya agar mengasihi semua binatang dan melarang ummatnya untuk menyiksa binatang. Karena binatang adalah juga makhluk ciptaan Allah. Tidak membunuh mereka untuk kesenangan, dan tentu saja tidak boleh melukai dan menyiksa mereka. Bahkan sebagai salah satu sumber makanan, kita juga harus menghormati mereka dengan berdo’a, dengan tidak membunuh mereka lebih dari yang kita makan.

Islam dalam ajarannya mengatakan, bahwa manusia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari alam semesta yang saling dukung-mendukung dengan seluruh bagian alam itu, dan karena individu-individu manusia merupakan bagian yang tak terpisahkan dan secara laras bekerja sama dengan seluruh alam semesta ini, maka tidak boleh ada ketidakserasian antara mereka satu sama lain.

2.3  Cinta Terhadap Sesama Manusia (hablun min annas)
Dalam ajaran Islam, cinta terhadap sesama manusia tidak bisa lepas dari rasa cintanya terhadap penciptanya. Karena dalam ajaran Islam, cinta terhadap Tuhan yaitu terhadap Allah SWT, juga berarti cinta terhadap sesama manusia sebagai ciptaan-Nya. Karena hal ini berkaitan dengan yang namanya akhlak.

Rasa cinta terhadap sesama manusia tidak bisa lepas dari kemanusiaan. Pandangan Islam menyatakan, bahwa kemanusiaan itu merupakan satu kesatuan, berbeda-beda bagiannya untuk membentuk satu masyarakat, berjenis-jenis dalam keserasian, dan berlainan pendapat untuk saling melengkapi satu sama lain dalam mencapai tujuan, supaya dengan begitu ia cocok pula untuk saling melengkapi dengan alam, untuk membentuk wujud yang satu pula. Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu sekalian saling mengenal. Sesungguhnya orang-orang yang paling mulia di antara kamu sekalian  di sisi Allah ialah orang-orang yang paling takwa di antara kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. ( Q.S. Al-Hujurat: 13).

Pada prinsipnya, cinta terhadap sesama manusia adalah dengan tolong-menolong, kenal mengenal (saling mengenal) dan keserasian. Menurut pandangan Islam, rasa cinta terhadap sesama manusia bisa diwujudkan, salah satunya dengan keadilan dan persamaan derajat di antara manusia.

  1. Cinta Antara Laki-Laki dan Perempuan Dalam Sudut Pandang Islam
Cinta antara muda-mudi di dalam Islam adalah cinta yang dilandasi rasa ketaqwaan terhadap Allah SWT, dengan mentaati perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, dan disertai akhlak yang baik. Cinta harus disertai akhlak yang baik, dikarenakan hubungan cinta muda-mudi sangat dekat dengan perbuatan zina. Tanpa akhlak yang baik akan sulit menghindari zina. Dalam Islam, perzinahan adalah salah satu dosa yang sangat besar karena bukan hanya merusak akhlak orang yang melakukannya saja tetapi juga orang lain. Allah brfirman dalam Al-Qur’an: “Dan janganlah kamu sekalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”(Q.S. Al-Isra, 17: 32).

Cinta (love) yang tidak dilandasi rasa ketaqwaan kepada Allah, akan memunculkan cinta buta. Sebagaimana yang sering dikatakan orang “ Love is blind (cinta adalah buta)”. Adapun yang membuat cinta itu buta adalah jika kita mencintai seseorang karena hal-hal yang duniawi, karena harta, tahta/kedudukan/jabatan, ketampanan/kecantikan dan yang sejenisnya. Cinta macam ini hanya bisa bertahan jika penyebabnya masih ada. Jika seseorang mencintai dikarenakan ketampanan/kecantikannya, maka, bagaimanakah jika orang tersebut tidak lagi tampan/cantik?

Sebaliknya, cinta itu tidak buta, alias melek (melihat), jika dilandasi iman dan rasa taqwa kepada Allah SWT. Oleh karena itu, jika kita ingin memiliki cinta yang murni, tulus, dan abadi dari seseorang, tentu kita memerlukan penyebab yang membuatnya demikian. Dalam suatu hadits dikatakan, bahwa seseorang laki-laki menikahi seorang perempuan itu karena empat hal, yaitu: (1) karena kecantikannya, (2) karena kekayaannya, (3) karena keturunannya, dan (4) karena ketaqwaannya. Maka ambillah yang keempat, yaitu karena ketaqwaannya, karena, itu akan menjamin hidupnya.
Jika hadits di atas dikaitkan dengan cinta, maka, jika kamu ingin mencari cinta yang abadi, cintailah seseorang dikarenakan keimanannya.

Ada sebuah pepatah lama dalam bahasa Inggris yang berkaitan dengan cinta, yaitu: “You can buy sex but you cannot buy love”, “you can buy food but you cannot buy appetite”, “you can buy a house but you can by a home”. Yang artinya: “Anda dapat membeli sex tetapi anda tidak dapat membeli cinta, anda dapat membeli makanan tetapi anda tidak dapat membeli selera, anda dapat membeli sebuah rumah tetapi anda tidak dapat membeli ketentraman dalam keluarga”. Ini dapat diartikan bahwa cinta tidak dapat dibeli karena cinta sebenarnya datang dari Tuhan.

Bahkan jika kamu adalah orang terkaya di dunia, kamu tidak bisa membeli cinta. Sebagai contoh, jika kamu memberikan seseorang banyak hadiah-hadiah yang mahal, maka, apakah orang tersebut akan mencintai kamu? Tidak. Orang tersebut hanya mencintai hadiahmu dan kekayaanmu saja. Kamu dapat membeli makanan apa saja yang bisa kamu beli, akan tetapi makanan yang paling enak sekalipun akan terasa tidak enak jika kamu tidak punya selera makan.
“Rumah” adalah tempat di mana hatimu berada. Tempat membesarkan keluargamu, tempat di mana orang-orang yang kamu cintai berada, tempat di mana kamu bisa benar-benar beristirahat, untuk mengistirahatkan badan dan jiwamu, tempat di mana kamu untuk sementara lepas dari dunia yang kejam. Rumah tidak bisa disebut “rumah” jika kamu tidak bisa menemukan ketenangan, kedamaian, dan keamanan di dalamnya.

Banyak orang yang mengatakan bahwa cerita percintaan Romeo dan Juliet adalah salah satu contoh cinta sejati. Akan tetapi, kalau kita meneliti dan menganalisa lebih jauh ke dalam cerita ini, maka kita akan melihat bahwa cerita ini bukanlah cerita tentang cinta sejati.

Pada klimaks cerita tersebut diceritakan bahwa ketika Romeo mendengar Juliet telah “meninggal dunia”, maka Romeo pun berniat untuk melakukan bunuh diri karena dia tidak mau ditinggalkan oleh Juliet. Perbuatan bunuh diri adalah perbuatan yang sangat terkutuk dalam Islam, dan merupakan dosa yang sangat besar. Pada saat seseorang bunuh diri maka telah dicabut imannya oleh Tuhan, dan mati dalam keadaan tidak ada iman, alias mati kafir. Ketika setelah Romeo melakukan bunuh diri di hadapan “mayat” Juliet, barulah dia menyadari bahwa Juliet hanya berpura-pura mati, tetapi itu sudah terlambat, racun sudah mulai membunuhnya. Julietpun melakukan bunuh diri karena dia tidak mau ditinggalkan oleh Romeo.

Romeo dan Juliet sama-sama melakukan bunuh diri karena tidak mau ditinggalkan oleh pasangannya. Ini berarti bahwa mereka hanya mencintai tubuh pasangannya saja, mereka tidak mencintai jiwa pasangannya. Mereka tidak sadar bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara saja. Tubuh mereka akan rusak dimakan usia, dan akhirnya mati. Jika dipandang dari sudut Islam, maka mereka telah melakukan suatu dosa besar yaitu melakukan bunuh diri. Jika percintaan mereka adalah cinta sejati, maka seharusnya mereka berjanji atau bersumpah di hadapan mayat pasangannya untuk berusaha mendamaikan pertengkaran keluarga mereka, penyebab terhalangnya cinta kasih mereka.

Banyak orang yang terjebak antara arti cinta dan nafsu. Mereka terutama muda-mudi banyak yang tidak bisa membedakan antara cinta dan nafsu. Mereka menganggap bahwa dengan melakukan hubungan seksual berarti mereka telah mencintai seseorang. Nafsu, dalam hal ini nafsu syahwat, adalah suatu kebutuhan biologis yang dipunyai oleh setiap manusia. Semua jenis nafsu adalah sesuatu hal yang bersifat duniawi, sedangkan cinta adalah sesuatu yang datang dari hati nurani yang paling dalam.

  1. Kesimpulan

Cinta sejati adalah rasa kasih sayang yang muncul dari lubuk hati yang terdalam untuk rela berkorban, tanpa mengharapkan imbalan apapun, dan dari siapapun kecuali imbalan yang datang dan diridhoi oleh Allah. Cinta juga merupakan suatu identitas dan asas iman, karena kita mencintai sesuatu atau seseorang karena Allah mencintainya.
Cinta sejati bukanlah mengenai hal-hal yang bersifat duniawi semata. Cinta sejati berasal dari hati nurani, dan cinta sejati  haruslah tulus dan ikhlas. Cinta yang berasal dari hati nurani akan selalu ada walaupun salah satu pihak tidak cantik lagi, tidak tampan lagi, tidak seksi lagi dan tidak kaya lagi.

Dalam hubungan seks bebas atau pergaulan bebas, para pelakunya sama sekali tidak menghargai cinta. Mereka secara sadar atau tidak sadar menganggap, bahwa cinta adalah suatu hal yang sia-sia, karena yang mereka cari hanyalah kepuasan sesaat saja dan mereka tidak peduli dengan akibat-akibat dan dosa-dosa yang akan timbul karena perbuatan mereka itu. Mereka tidak peduli akan azab-azab dan cobaan-cobaan yang akan ditimpakan oleh Allah akibat dari perbuatan dosa-dosa yg dia lakukan dalam kehidupannya, baik di dunianya maupun di akhiratynya. Hubungan seks hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang telah terikat tali pernikahan. Karena salah satu tujuan dari pernikahan adalah sebagai penyaluran nafsu syahwat dengan cara yang diridhoi Allah. Penyaluran nafsu syahwat yang tidak sesuai dengan sunnah Rosulullah, yakni penyaluran nafsu yang menyimpang dari ajaran Allah (aturan-aturan Allah), maka akan mendatangkan azab dan cobaa-cobaan yang bertubi-tubi dari Allah.

Dari semua ini bisa disimpulkan, bahwa cinta antara laki-laki dan perempuan dalam Islam adalah suatu hubungan yang didasarkan oleh rasa kasih sayang yang timbul dari hati nurani yang tulus dan ikhlas, dan bukan berdasarkan pada hal-hal yang bersifat duniawi. Yang terpenting dalam membina hubungan ini adalah dengan menggunakan akhlak yang baik, ketaqwaan, dan rasa keimanan terhadap Allah SWT.

Sabtu, 17 Agustus 2013

TENSES FOR CHILDREN


TENSES
FOR
CHILDREN

By : Muhammad Nurhadi, S.Pd.
(English Teacher of SMP Negeri 1 Wanareja)



Pendahuluan

Bahasa Inggris adalah bahasa dunia atau bahasa internasional. Oleh karena itu bahasa Inggris sangat penting bagi kita, karena dalm era globalisasi ini kita butuh berkomunikasi dengan orang-orang di seluruh dunia. Artinya jika kita ingin mudah untuk berjalan-jalan ke seluruh pelosok dunia, kita harus bisa berbicara bahasa Inggris.
Salah satu solusi untuk mengatasi problem komunikasi yang dialami manusia dari pemilikan bahasa yang berbeda-beda, adalah  bahasa Inggris, karena bahasa Inggris telah diakui oleh dunia sebagai bahasa komunikasi dunia..
Untuk itu bahasa Inggris merupakan bahasa yang sangat penting untuk dipelajari. Sejak dini, anak-anak perlu dikenalkan dengan bahasa Inggris. Seperti kata pepatah, belajar di waktu muda bagai mengukir di atas batu, sedangkan belajar di waktu tua bagai mengukir di atas air.
Atas alasan itu, kami memiliki inisiatif untuk menyusun buku sebagai panduan bagi anak-anak yang ingin mendalami bahasa Inggris, yang kami beri judul Tenses for Children. Dengan harapan di samping anak-anak Indonesia bisa mahir berbicara bahasa Inggris dengan lancar, sebagai kaum terpelajar juga perlu tahu bahwa sebagai bahasa Internasional tentu bahasa Inggris memiliki standard bahasa, untuk menjaga bahasa tersebut dari kerusakan bahasa itu sendiri. Lebih-lebih dalam situasi/acara resmi, maka kita harus berusaha menggunakan bahasa Inggis dengan baik dan benar. Kebiasaan menggunakan bahasa Inggris yang tidak mengikuti kaidah-kaidah bahasa, maka akan mempersubur munculnya perusak-perusak bahasa dan dan akan mencetak guru bahasa Inggris yang tidak mampu menyalahkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan/diperbuat oleh murid-murid/anak didiknya. Itulah sebabnya kami menyusun buku grammar sederhana ini untuk membantu anak-anak yang ingin memperdalam bahasa Inggris. Memang dalam taraf latihan/berlatih berbicara dan melatih keberanian untuk berbicara, maka grammar(tata bahasa) dapat diabaikan untuk sementara waktu agar tidak muncul keraguan dan takut salah dalam berbicara. Tapi bukan untuk benar-benar diabaikan yang mengakibatkan pemakaian bahasa Inggrisnya sangat belepotan dan sangat parah. Terlebih kalau yang sangat belepotan dalam berbicara itu seorang guru bahasa Inggris dan diketahui oleh muridnya yang pintar, maka akan sangat memalukan. Itulah perlunya mengetahui bahasa standard dalam bahasa Inggris.
Buku lain yang bisa mendukung untuk lebih menguasai bahasa Inggris dan sebagai pelengkap buku ini antara lain Grammar for Children, Enriching English, dan Dictionary for Kids.


Daftar Isi

Halaman Judul  ................................................................................................. 1
Pendahuluan  ......................................................................................................2
Daftar Isi  ...........................................................................................................3
Tenses   ............................................................................................................... 5
1. Simple Present Tense ..................................................................................  6
2. Simple Past Tense  .........................................................................................10
3. Present Continuous Tense   ..........................................................................12
4. Past Continuous Tense   ................................................................................15
5. Present Future Tense   ...................................................................................17
6. Past Future Tense   ........................................................................................20
7. Present Perfect Tense   ..................................................................................22
8. Past Perfect Tense  ........................................................................................25
9. Present Perfect Continuous Tense   ............................................................  27
10. Past Perfect Continuous Tense   ................................................................  30
Penutup    .......................................................................................................... 33
Daftar Pustaka    .............................................................................................. 34


            Sebelum mempelajari tenses, alangkah lebih baiknya kita mengenal dulu mengenai kalimat verbal, kalimat non verbal, kalimat negatif, dan kalimat tanya.

Kalimat Verbal
Kalimat verbal adalah kalimat yang ada kata kerjanya. Maksudnya yaitu suatu kalimat yang predikatnya berupa kata kerja/verb.
Rumusnya yaitu :
subject + kata kerja + sisa kalimat
Contoh :
I play football
Saya bermain sepak bola

Kalimat Nonverbal
Kalimat non-verbal adalah kalimat yang tidak ada kata kerjanya. Maksudnya yaitu suatu kalimat yang predikatnya berupa non-verb(bukan kata kerja).
Rumusnya yaitu :
subject + to be + non-verb +sisa kalimat
Contoh :
I am in the kitchen
Saya di dapur

Kalimat Negatif
Kalimat negatif adalah kalimat yang menggunakan kata not (tidak) atau no(bukan/tidak)
Pada kalimat verbal, untuk membentuk kalimat negatifnya harus menambahkan kata kerja bantu + not di belakang subyek.
Rumusnya yaitu :
            Subject + kk bantu (do/does/did) + not + sisa kalimat
Contoh :
I play football
(-) I do not play football
Saya tidak bermain sepakbola
He plays football
(-) He does not play football.

They played football yesterday.
(-) They did not play football yesterday.

Keterangan:
Kata have(mempunyai) jika langsung diikuti kata benda, maka negativenya menggunakan no.
Contoh: I have no books. (Saya tidak punya buku)

Pada kalimat nonverbal, untuk membentuk kalimat negatifnya hanya menambahkan not saja di belakang to be.
Rumusnya yaitu :
            Subject + to be + not + sisa kalimat
Contoh :
I am in the kitchen
Saya di dapur
(-) I am not in the kitchen
Saya tidak di dapur

Kalimat Tanya
Kalimat tanya yaitu kalimat yang digunakan untuk bertanya atau menanyakan sesuatu.
Pada kalimat verbal, untuk membentuk kalimat tanya, kita harus menggunakan kata kerja bantu (auxiliary verb) yang diiletakkan di depan subyek, yaitu di awal kalimat.
Rumusnya yaitu :
            kk bantu + subject + kata kerja + sisa kalimat
Contoh :
I play football
Saya bermain sepak bola
(?) Do I play football?
Apakah saya bermain sepakbola?

Pada kalimat nonverbal, untuk membentuk kalimat tanya, kita hanya memindahkan to be ke depan subyek, yaitu ke awal kalimat).
Rumusnya yaitu :
            to be + subject + sisa kalimat+tanda Tanya(?)

Contoh :
I am in the kitchen
Saya di dapur
(?) Am I in the kitchen?
Apakah saya di dapur?


Tenses

Tenses adalah suatu bentuk kata kerja yang disesuaikan dengan waktunya. ( A tense is a verb form associated with the time).
Ada 2 macam bentuk tenses yaitu:
1.      Bentuk present(sekarang)
2.      Bentuk past(lampau)


Macam-macam kalimat menurut tensesnya antara lain:

Present
past
simple present tense
simple past tense
present continuous tense
past continuous tense
present future tense
past future tense
present perfect tense
past perfect tense
Present perfect continuous tense
past perfect continuous tense


1. Simple Present Tense

Gunanya yaitu untuk menyatakan suatu kegiatan(action) yang merupakan kebiasaan(habitual action) atau kebenaran abadi (eternal truth) .

Keterangan waktu yang biasa dipakai antara lain:
often                         sering
always                      selalu
usualy                       biasanya
sometimes                kadang-kadang
seldom                      jarang
every                        tiap-tiap

Rumus kalimat aktinya yaitu:
            subject + verb I + sisa kalimat

Keterangan :
Pada kalimat aktif simple present tense, verb I ditambah akhiran s/es jika subjeknya orang ketiga tunggal, nama jenis barang atau binatang tunggal, atau kata gantinya yaitu he/she/it.

Cara menambahkan akhiran s/es pada kata kerja:
1.      Jika kata kerjanya berakhir dengan bunyi/suara desis (x, ch, sh, ss, dan s), serta yang berakhir dengan huruf o, maka ditambah akhiran es
Contoh:
mix             menjadi           mixes               mencampur
watch         menjadi           watches           menonton
wash           menjadi           washes            mencuci
kiss             menjadi           kisses               mencium
go               menjadi           goes                 pergi
2.      Jika kata kerjanya berakhir dengan huruf y dan didahului oleh huruf mati, maka huruf y tersebut harus diubah dulu menjadi huruf i kemudian ditambah akhiran es
study          menjadi           studies             belajar
fry              menjadi           fries                 menggoreng

3.      Jika kata kerjanya tidak termasuk dalam kedua aturan diatas, maka hanya ditambah akhiran s
play            menjadi           plays                bermain
make           menjadi           makes              membuat
speak          menjadi           speaks             berbicara

Rumus kalimat pasifnya yaitu:
subject + to be (am/are/is) + verb III + by + agent(pelaku) + sisa kalimat


Keterangan:
1.      Jika verb / kata kerjanya merupakan kata kerja beraturan (regular verb), maka bentuk kedua (verb II) dan bentuk ketiga (verb III) hanya menambahkan akhiran –ed saja pada kata kerjanya
Contoh:
verb I         verb II            verb III           arti
call              called              called              memanggil
play            called              played             bermain

2.      Jika verb / kata kerjanya merupakan kata kerja tidak beraturan (irregular verb), maka bentuk kedua (verb II) dan bentuk ketiga (verb III) dapat dilihat di daftar kata kerja tidak beraturan
Contoh:
verb I         verb II            verb III           arti
blow           blew                blown              meniup
bring           brought           brought           membawa


Contoh:
Kalimat aktif
I sing a song on the stage
Saya menyanyikan sebuah lagu di atas panggung
(-) I do not sing a song
(?) Do I sing a song?

We sing a song on the stage
Kami menyanyikan sebuah lagu di atas panggung
(-) We do not sing a song
(?) Do we sing a song?

You sing a song on the stage
Kamu menyanyikan sebuah lagu di atas panggung
(-) You do not sing a song
(?) Do you sing a song?


He sings a song on the stage
Dia menyanyikan sebuah lagu di atas panggung
(-) He does not sing a song
(?) Does he sing a song?

She sings a song on the stage
Dia menyanyikan sebuah lagu di atas panggung
(-) She does not sing a song
(?) Does she sing a song?

It sings a song on the stage
Dia menyanyikan sebuah lagu di atas panggung
(-) It does not sing a song
(?) Does it sing a song?

They sing a song on the stage
Mereka menyanyikan sebuah lagu di atas panggung
(-) They do not sing a song
(?) Do they sing a song?
Kalimat Pasif
The song is sung by me on the stage
Lagu itu dinyanyikan oleh saya di atas panggung
(-) The song is not sung by me on the stage
(?) Is the song sung by me on the stage?

The song is sung by us on the stage
Lagu itu dinyanyikan oleh kami di atas panggung
(-) The song is not sang by us on the stage
(?) Is the song sang by us on the stage?

The song is sung by you on the stage
Lagu itu dinyanyikan oleh kamu (kamu nyanyikan) di atas panggung
(-) The song is not sang by you on the stage
(?) Is the song sang by you on the stage?


The song is sung by him on the stage
Lagu itu dinyanyikan oleh dia di atas panggung
(-) The song is not sung by him on the stage
(?) Is the song sung by him on the stage?

The song is sung by her on the stage
Lagu itu dinyanyikan oleh dia di atas panggung
(-) The song is not sung by her on the stage
(?) Is the song sung by her on the stage?

The song is sung by it on the stage
Lagu itu dinyanyikan oleh dia di atas panggung
(-) The song is not sung by it on the stage
(?) Is the song sung by it on the stage?

The song is sung by them on the stage
Lagu itu dinyanyikan oleh mereka di atas panggung
(-) The song is not sung by them on the stage
(?) Is the song sung by them on the stage?
2. Simple Past Tense
Gunanya yaitu untuk menyatakan suatu kegiatan (action) yang dikerjakan pada waktu lampau (past).

Keterangan waktu yang biasa dipakai antara lain:
yesterday                  kemarin
just now                   tadi/ baru saja
last                            yang lalu
ago                           yang lalu
this morning             tadi pagi

Rumus kalimat aktifnya yaitu:
subject + verb II + sisa kalimat

Rumus kalimat pasifnya yaitu:
            subject + to be (was/were) + verb III + by + agent(pelaku) + sisa kalimat

Contoh:
Kalimat Aktif
I played football yesterday
Saya bermain sepakbola kemarin
(-) I did not play football yesterday
(?) Did I play football yesterday?

We played football yesterday
Kami bermain sepakbola kemarin
(-) We did not play football yesterday
(?) Did we play football yesterday?

You played football yesterday
Kamu bermain sepakbola kemarin
(-) You did not play football yesterday
(?) Did you play football yesterday?


He played football yesterday
Dia bermain sepakbola kemarin
(-) He did not play football yesterday
(?) Did he play football yesterday?

She played football yesterday
Dia bermain sepakbola kemarin
(-) She did not play football yesterday
(?) Did she play football yesterday?

It played football yesterday
Dia bermain sepakbola kemarin
(-) It did not play football yesterday
(?) Did it play football yesterday?

They played football yesterday
Mereka bermain sepakbola kemarin
(-) They did not play football yesterday
(?) Did they play football yesterday?

Kalimat pasif
The football was played by me yesterday
Sepakbola dimainkan oleh saya (saya mainkan) kemarin
(-) The football was not played by me yesterday
(?) Was the football played by me yesterday?

The football was played by us yesterday
Sepakbola dimainkan oleh kami (kami mainkan) kemarin
(-) The football was not played by us yesterday
(?) Was the football played by us yesterday?

The football was played by you yesterday
Sepakbola dimainkan oleh kamu (kamu mainkan) kemarin
(-) The football was not played by you yesterday
(?) Was the football played by you yesterday?

The football was played by him yesterday
Sepakbola dimainkan oleh dia kemarin
(-) The football was not played by him yesterday
(?) Was the football played by him yesterday?

The football was played by her yesterday
Sepakbola dimainkan oleh dia kemarin
(-) The football was not played by her yesterday
(?) Was the football played by her yesterday?

The football was played by it yesterday
Sepakbola dimainkan oleh dia kemarin
(-) The football was not played by it yesterday
(?) Was the football played by it yesterday?

The football was played by them yesterday
Sepakbola dimainkan oleh mereka kemarin
(-) The football was not played by them yesterday
(?) Was the football played by them yesterday?

3. Present Continuous Tense

Gunanya yaitu untuk menyatakan suatu kegiatan(action) yang sedang dikerjakan (sedang berlangsung).

Keterangan waktu yang biasa dipakai antara lain:
now                          sekarang
at present                  sekarang
this time                   saat ini
this evening              malam ini
tonight                      malam ini

Rumus kalimat aktifnya yaitu:
            subject + to be (am/are/is) + verb ing + sisa kalimat

Rumus kalimat pasifnya yaitu:
            subject + to be (am/are/is) + being + verb III + sisa kalimat


Contoh:
Kalimat aktif
I am eating noodle now
Saya sedang makan bakmi sekarang
(-) I am not eating noodle now
(?) Am I eating noodle now?

We are eating noodle now
Kami sedang makan bakmi sekarang
(-) We are not eating noodle now
(?) Are we eating noodle now?

You are eating noodle now
 Kamu sedang makan bakmi sekarang
(-) You are not eating noodle now
(?) Are you eating noodle now?

He is eating noodle now
Dia sedang makan bakmi sekarang
(-) He is not eating noodle now
(?) Is he eating noodle now?

She is eating noodle now
Dia sedang makan bakmi sekarang
(-) She is not eating noodle now
(?) Is she eating noodle now?

It is eating noodle now
Dia sedang makan bakmi sekarang
(-) It is not eating noodle now
(?) Is it eating noodle now?

They are eating noodle now
Mereka sedang makan bakmi sekarang
(-) They are not eating noodle now
(?) Are they eating noodle now?

Kalimat pasif
The noodle is being eaten by me
Bakmi itu sedang dimakan oleh saya (saya makan)
(-) The noodle is not being eaten by me
(?) Is the noodle being eaten by me?

The noodle is being eaten by us
Bakmi itu sedang dimakan oleh kami (kami makan)
(-) The noodle is not being eaten by us
(?) Is the noodle being eaten by us?

The noodle is being eaten by you
Bakmi itu sedang dimakan oleh kamu (kamu makan)
(-) The noodle is not being eaten by you
(?) Is the noodle being eaten by you?

The noodle is being eaten by him
Bakmi itu sedang dimakan oleh dia
(-) The noodle is not being eaten by him
(?) Is the noodle being eaten by him?

The noodle is being eaten by her
Bakmi itu sedang dimakan oleh dia
(-) The noodle is not being eaten by her
(?) Is the noodle being eaten by her?

The noodle is being eaten by it
Bakmi itu sedang dimakan oleh dia
(-) The noodle is not being eaten by it
(?) Is the noodle being eaten by it?

The noodle is being eaten by them
Bakmi itu sedang dimakan oleh mereka
(-) The noodle is not being eaten by them
(?) Is the noodle being eaten by them?
4. Past Continuous Tense

Gunanya yaitu untuk menyatakan suatu kegiatan yang sedang dikerjakan pada waktu lampau.

Keterangan waktu yang biasa dipakai antara lain:
when                        ketika/sewaktu
while                        pada saat

Rumus kalimat aktifnya yaitu:
            subject + to be (was/were) + verb ing + sisa kalimat
Ingat!  To be bentuk sekarang/present “am” menjadi were
                                                                 are   menjadi were
                                                                 is menjadi was

Rumus kalimat pasifnya yaitu:
            subject + to be (was/were) + being + verb III + sisa kalimat

Contoh:
Kalimat aktif
I was reading novels when you came here
Saya sedang membaca novel ketika kamu datang ke sini
(-) I was not reading novels when you came here
(?) Was I reading novels when you came here?

We were reading novels when you came here
Kami sedang membaca novel ketika kamu datang ke sini
(-) We were not reading novels when you came here
(?) Were we reading novels when you came here?

You were reading novels when you came here
Kamu sedang membaca novel ketika kamu datang ke sini
(-) You were not reading novels when you came here
(?) Were you reading novels when you came here?

He was reading novels when you came here
Dia sedang membaca novel ketika kamu datang ke sini
(-) He was not reading novels when you came here
(?) Was he reading novels when you came here?
She was reading novels when you came here
Dia sedang membaca novel ketika kamu datang ke sini
(-) She was not reading novels when you came here
(?) Was she reading novels when you came here?

It was reading novels when you came here
Dia sedang membaca novel ketika kamu datang ke sini
(-) It was not reading novels when you came here
(?) Was it reading novels when you came here?

They were reading novels when you came here
Mereka sedang membaca novel ketika kamu datang ke sini
(-) They were not reading novels when you came here
(?) Were they reading novels when you came here?

Kalimat pasif
The novels were being read by me when you came here
Novel itu sedang dibaca oleh saya (aku baca) ketika kamu datang ke sini
(-) The novels were not being read by me when you came here
(?) Were the novels being read by me when you came here?

The novels were being read by us when you came here
Novel itu sedang dibaca oleh kami (kami baca) ketika kamu datang ke sini
(-) The novels were not being read by us when you came here
(?) Were the novels being read by us when you came here?

The novels were being read by you when you came here
Novel itu sedang dibaca oleh kamu ketika kamu datang ke sini
(-) The novels were not being read by you when you came here
(?) Were the novels being read by you when you came here?

The novels were being read by him when you came here
Novel itu sedang dibaca oleh dia ketika kamu datang ke sini
(-) The novels were not being read by him when you came here
(?) Were the novels being read by him when you came here?

The novels were being read by her when you came here
Novel itu sedang dibaca oleh dia ketika kamu datang ke sini
(-) The novels were not being read by her when you came here
(?) Were the novels being read by her when you came here?

The novels were being read by it when you came here
Novel itu sedang dibaca oleh dia ketika kamu datang ke sini
(-) The novels were not being read by it when you came here
(?) Were the novels being read by it when you came here?

The novels were being read by them when you came here
Novel itu sedang dibaca oleh mereka ketika kamu datang ke sini
(-) The novels were not being read by them when you came here
(?) Were the novels being read by them when you came here?

5. Present Future Tense

Gunanya yaitu untuk menyatakan suatu kegiatan yang akan dikerjakan.

Keterangan waktu yang biasa dipakai antara lain:
tomorrow                 besok
next                          yang akan datang
tonight                      malam ini / nanti malam
this afternoon           sore ini / nanti sore
soon                          segera

Rumus kalimat aktifnya yaitu:
            subject + shall/will + verb I + sisa kalimat

Rumus kalimat pasifnya yaitu:
            subject + shall/will + be + verb III + sisa kalimat

Contoh:
Kalimat aktif
I will bring a new bag to school tomorrow
Saya akan membawa sebuah tas baru ke sekolah besok
(-) I will not bring a new bag to school tomorrow
(?) Will I bring a new bag to school tomorrow?

We will bring a new bag to school tomorrow
Kami akan membawa sebuah tas baru ke sekolah besok
(-) We will not bring a new bag to school tomorrow
(?) Will we bring a new bag to school tomorrow?

You will bring a new bag to school tomorrow
Kamu akan membawa sebuah tas baru ke sekolah besok
(-) You will not bring a new bag to school tomorrow
(?) Will you bring a new bag to school tomorrow?

He will bring a new bag to school tomorrow
Dia akan membawa sebuah tas baru ke sekolah besok
(-) He will not bring a new bag to school tomorrow
(?) Will he bring a new bag to school tomorrow?

She will bring a new bag to school tomorrow
Dia akan membawa sebuah tas baru ke sekolah besok
(-) She will not bring a new bag to school tomorrow
(?) Will she bring a new bag to school tomorrow?

It will bring a new bag to school tomorrow
Dia akan membawa sebuah tas baru ke sekolah besok
(-) It will not bring a new bag to school tomorrow
(?) Will it bring a new bag to school tomorrow?

They will bring a new bag to school tomorrow
Mereka akan membawa sebuah tas baru ke sekolah besok
(-) They will not bring a new bag to school tomorrow
(?) Will they bring a new bag to school tomorrow?

Kalimat pasif
A new bag will be brought by me to school tomorrow
Sebuah tas baru akan dibawa oleh saya (saya bawa)  ke sekolah besok
(-) A new bag will not be brought by me to school tomorrow
(?) Will a new bag be brought by me to school tomorrow

A new bag will be brought by us to school tomorrow
Sebuah tas baru akan dibawa oleh kami (kami bawa) ke sekolah besok
(-) A new bag will not be brought by us to school tomorrow
(?) Will a new bag be brought by us to school tomorrow

A new bag will be brought by you to school tomorrow
Sebuah tas baru akan dibawa oleh kamu ke sekolah besok
(-) A new bag will not be brought by you to school tomorrow
(?) Will a new bag be brought by you to school tomorrow

A new bag will be brought by him to school tomorrow
Sebuah tas baru akan dibawa oleh dia ke sekolah besok
(-) A new bag will not be brought by him to school tomorrow
(?) Will a new bag be brought by him to school tomorrow

A new bag will be brought by her to school tomorrow
Sebuah tas baru akan dibawa oleh dia ke sekolah besok
(-) A new bag will not be brought by her to school tomorrow
(?) Will a new bag be brought by her to school tomorrow

A new bag will be brought by it to school tomorrow
Sebuah tas baru akan dibawa oleh dia ke sekolah besok
(-) A new bag will not be brought by it to school tomorrow
(?) Will a new bag be brought by it to school tomorrow

A new bag will be brought by them to school tomorrow
Sebuah tas baru akan dibawa oleh mereka ke sekolah besok
(-) A new bag will not be brought by them to school tomorrow
(?) Will a new bag be brought by them to school tomorrow


6. Past Future Tense

Gunanya yaitu untuk menyatakan suatu kegiatan yang akan dikerjakan pada waktu lampau. (berencana/merencanakan pada waktu lampau).

Keterangan waktu yang biasa dipakai antara lain:
yesterday                  kemarin
just now                   tadi/ baru saja
last                            yang lalu
ago                           yang lalu
this morning             tadi pagi

Rumus kalimat aktifnya yaitu:
           Subject + planned + kata kerja asli dengan to
Atau:  Subject + had + a plan + kata kerja asli dengan to
Contoh: I planned to Jakarta yesterday.
              (Saya merencanakan pergi ke Jakarta kemarin)
Atau: I had a plan to go to Jakarta yesterday.
               (Saya ada rencana ke Jakarta kemarin)

Keterangan:
  1. Kata should bentuk lampau dari kata shall mempunyai arti “seharusnya atau harus), dipakai untuk kegiatan waktu sekarang ( bukan untuk kegiatan waktu lampau).
  2. Kata would bentuk lampau dari will, mempunyai arti “mau” dipakai untuk kegiatan waktu sekarang (bukan untuk kegiatan waktu lampau). Kata “would” juga biasa dipakai untuk kalimat permintaan yang lebih halus/sopan.
Rumus:
            subject + should/would + verb I + sisa kalimat
Contoh:
  1. You should go to Surabaya.
(Kamu seharusnya pergi ke Surabaya)
  1. I would like to play badminton
(Saya mau bermain badminton)

  1. Would you open the door, please?
Maukah kamu membuka pintu?)

Rumus kalimat pasifnya yaitu:
            subject + should/would + be + verb III + sisa kalimat

Contoh:
Kalimat aktif
I would buy a motorcycle
Saya mau membeli sebuah sepeda motor
(-) I would not buy a motorcycle
(?) Would I buy a motorcycle?
(Maukah saya membeli sebuah sepeda motor?)
We would buy a motorcycle
Kami mau membeli sebuah sepeda motor
(-) We would not buy a motorcycle
(?) Would we buy a motorcycle?

Youwould buy a motorcycle
Kamu ingin membeli sebuah sepeda motor
(-) You would not buy a motorcycle
(?) Would you buy a motorcycle?


He would buy a motorcycle
Dia ingin membeli sebuah sepeda motor
(-) He would not buy a motorcycle
(?) Would he buy a motorcycle?

She would buy a motorcycle
Dia ingin membeli sebuah sepeda motor
(-) She would not buy a motorcycle
(?) Would she buy a motorcycle?
      (Maukah dia membeli sebuah sepeda motor?)
It would buy a motorcycle
Dia mau membeli sebuah sepeda motor
(-) It would not buy a motorcycle
(?) Would it buy a motorcycle?

They would buy a motorcycle
Mereka mau membeli sebuah sepeda motor
(-) They would not buy a motorcycle
(?) Would they buy a motorcycle?
      (Maukah mereka membeli sebuah sepeda motor)?

Kalimat pasif
A motorcycle would be bought by me
Sebuah sepeda motor mau saya beli (dibeli oleh saya)
(-) A motorcycle would not be bought by me
(?) Would a motorcycle be bought by me?

A motorcycle would be bought by us
Sebuah sepeda motor mau dibeli oleh kami
(-) A motorcycle would not be bought by us
(?) Would a motorcycle be bought by us?

A motorcycle would be bought by you
Sebuah sepeda motor mau dibeli oleh kamu
(-) A motorcycle would not be bought by you
(?) Would a motorcycle be bought by kamu?

A motorcycle would be bought by him
Sebuah sepeda motor mau dibeli oleh dia
(-) A motorcycle would not be bought by him
(?) Would a motorcycle be bought by him?

A motorcycle would be bought by her
Sebuah sepeda motor mau dibeli oleh dia
(-) A motorcycle would not be bought by her
(?) Would a motorcycle be bought by her?


A motorcycle would be bought by it
Sebuah sepeda motor mau dibeli oleh dia
(-) A motorcycle would not be bought by it
(?) Would a motorcycle be bought by dia?

A motorcycle would be bought by them
Sebuah sepeda motor mau dibeli oleh mereka
(-) A motorcycle would not be bought by them
(?) Would a motorcycle be bought by them?

7. Present Perfect Tense

Gunanya yaitu untuk menyatakan suatu kegiatan (action) yang telah dikerjakan.

Keterangan waktu yang biasa dipakai antara lain:
since                         sejak
for                            selama
recently                    baru-baru ini
ever                          pernah
never                        tidak pernak
already                     (dipakai dalam kalimat positif)
yet                            (dipakai dalam kalimat negative dan tanya)

Rumus kalimat aktifnya yaitu:
            subject + have/has + verb III + sisa kalimat

Rumus kalimat pasifnya yaitu:
            subject + have/has + been + verb III + by + agent (pelaku) + sisa kalimat
Keterangan:
I, We, You dan They, memakai have
He, She, dan It, memakai has




Contoh:
Kalimat aktif
I have closed the door since two hours ago
Saya telah menutup pintu sejak dua jam yang lalu
(-) I have not closed the door since two hours ago
(?) Have I closed the door since two hours ago?

We have closed the door since two hours ago
Kami telah menutup pintu sejak dua jam yang lalu
(-) We have not closed the door since two hours ago
(?) Have we closed the door since two hours ago?

You have closed the door since two hours ago
Kamu telah menutup pintu sejak dua jam yang lalu
(-) you have not closed the door since two hours ago
(?) Have you closed the door since two hours ago?

He has closed the door since two hours ago
Dia telah menutup pintu sejak dua jam yang lalu
(-) He has not closed the door since two hours ago
(?) Has he closed the door since two hours ago?

She has closed the door since two hours ago
Dia telah menutup pintu sejak dua jam yang lalu
(-) She has not closed the door since two hours ago
(?) Has she closed the door since two hours ago?

It has closed the door since two hours ago
Dia telah menutup pintu sejak dua jam yang lalu
(-) It has not closed the door since two hours ago
(?) Has It closed the door since two hours ago?

They have closed the door since two hours ago
Mereka telah menutup pintu sejak dua jam yang lalu
(-) They have not closed the door since two hours ago
(?) Have they closed the door since two hours ago?

Kalimat pasif
The door has been closed by me since two hours ago
Pintu itu telah ditutup oleh saya (saya tutup) sejak dua jam yang lalu
(-) The door has not been closed by me since two hours ago
(?) Has the door been closed by me since two hours ago?

The door has been closed by us since two hours ago
Pintu itu telah ditutup oleh kami sejak dua jam yang lalu
(-) The door has not been closed by us since two hours ago
(?) Has the door been closed by us since two hours ago?

The door has been closed by you since two hours ago
Pintu itu telah ditutup oleh kamu sejak dua jam yang lalu
(-) The door has not been closed by you since two hours ago
(?) Has the door been closed by you since two hours ago?

The door has been closed by him since two hours ago
Pintu itu telah ditutup oleh dia sejak dua jam yang lalu
(-) The door has not been closed by him since two hours ago
(?) Has the door been closed by him since two hours ago?

The door has been closed by her since two hours ago
Pintu itu telah ditutup oleh dia sejak dua jam yang lalu
(-) The door has not been closed by her since two hours ago
(?) Has the door been closed by her since two hours ago?

The door has been closed by it since two hours ago
Pintu itu telah ditutup oleh dia sejak dua jam yang lalu
(-) The door has not been closed by it since two hours ago
(?) Has the door been closed by it since two hours ago?

The door has been closed by them since two hours ago
Pintu itu telah ditutup oleh mereka sejak dua jam yang lalu
(-) The door has not been closed by them since two hours ago
(?) Has the door been closed by them since two hours ago?
8. Past Perfect Tense

Gunanya yaitu untuk menyatakan telah selesainya suatu kegiatan sebelum peristiwa yang lain terjadi pada waktu lampau.

Keterangan waktu yang biasa dipakai antara lain:
before                       sebelum
after                          sesudah
as soon as                 segera sesudah
until                          hingga

Rumus kalimat aktifnya yaitu:
            subject + had + verb III + sisa kalimat

Rumus kalimat pasifnya yaitu:
            subject + had + been + verb III + by + agent (pelaku) + sisa kalimat

Contoh:
Kalimat aktif
I had done it before you came
Saya telah mengerjakannya sebelum kamu datang
(-) I had not done it before you came
(?) Had I done it before you came?

We had done it before you came
Kami telah mengerjakannya sebelum kamu datang
(-) We had not done it before you came
(?) Had we done it before you came?



You had done it before you came
Kamu telah mengerjakannya sebelum kamu datang
(-) You had not done it before you came
(?) Had you done it before you came?

He had done it before you came
Dia telah mengerjakannya sebelum kamu datang
(-) He had not done it before you came
(?) Had he done it before you came?

She had done it before you came
Dia telah mengerjakannya sebelum kamu
(-) She had not done it before you came
(?) Had she done it before you came?

It had done it before you came
Dia telah mengerjakannya sebelum kamu datang
(-) It had not done it before you came
(?) Had it done it before you came?

They had done it before you came
Mereka telah mengerjakannya sebelum kamu came
(-) They had not done it before you came
(?) Had they done it before you came?

Kalimat pasif
It had been done by me before you came
Itu sudah dikerjakan oleh saya sebelum kamu datang
(-) It had not been done by me before you came
(?) Had it been done by me before you came

It had been done by us before you came
Itu sudah dikerjakan oleh kami sebelum kamu datang
(-) It had not been done by us before you came
(?) Had it been done by us before you came

It had been done by you before you came
Itu sudah dikerjakan oleh kamu sebelum kamu datang
(-) It had not been done by you before you came
(?) Had it been done by you before you came

It had been done by him before you came
Itu sudah dikerjakan oleh dia sebelum kamu came
(-) It had not been done by him before you came
(?) Had it been done by him before you came

It had been done by her before you came
Itu sudah dikerjakan oleh dia sebelum kamu datang
(-) It had not been done by her before you came
(?) Had it been done by her before you

It had been done by it before you came
Itu sudah dikerjakan oleh dia sebelum kamu datang
(-) It had not been done by it before you came
(?) Had it been done by it before you came

It had been done by them before you came
Itu sudah dikerjakan oleh mereka sebelum kamu datang
(-) It had not been done by them before you came
(?) Had it been done by them before you came

9. Present Perfect Continuous Tense

Gunanya yaitu untuk menyatakan suatu kegiatan yang telah sedang dikerjakan. Atau untuk menyatakan suatu kegiatan yang telah dimulai pada waktu lampau dan sekarang masih berlangsung, hingga waktu yang akan data
ng.

Keterangan waktu yang biasa dipakai antara lain:
since                         sejak
for                            selama
recently                    baru-baru ini


Rumus kalimat aktifnya yaitu:
            subject + have/has + been + verb ing + sisa kalimat

Ingat!
I, We, You dan They, memakai have
He, She dan It, memakai has

Rumus kalimat pasifnya yaitu:
            subject + have/has + been + being + verb III + by + agent(pelaku) +  sisa
            kalimat

Contoh:
Kalimat aktif
I have been meeting your mother recently
Saya telah sedang bertemu ibumu baru-baru (akhir-akhir) ini
(-) I have not been meeting your mother recently
(?) Have I been meeting your mother recently?

We have been meeting your mother recently
Kami telah sedang bertemu ibumu baru-baru ini
(-) We have not been meeting your mother recently
(?) Have we been meeting your mother recently?

You have been meeting your mother recently
Kamu telah sedang bertemu ibumu baru-baru ini
(-) You have not been meeting your mother recently
(?) Have you been meeting your mother recently?

He has been meeting your mother recently
Dia telah sedang bertemu ibumu baru-baru ini
(-) He has not been meeting your mother recently
(?) Has he been meeting your mother recently?

She has been meeting your mother recently
Dia telah sedang bertemu ibumu baru-baru ini
(-) She has not been meeting your mother recently
(?) Has she been meeting your mother recently?

It has been meeting your mother recently
Dia telah sedang bertemu ibumu baru-baru ini
(-) It has not been meeting your mother recently
(?) Has it been meeting your mother recently?

They have been meeting your mother recently
Mereka telah sedang bertemu ibumu baru-baru ini
(-) They have not been meeting your mother recently
(?) Have they been meeting your mother recently?

Kalimat pasif
Your mother has been being met by me recently
Ibumu telah sedang saya temui (ditemui oleh saya) baru-baru ini
(-) Your mother has not been being met by me recently
(?) Has your mother been being met by me recently?

Your mother has been being met by us recently
Ibumu telah sedang ditemui oleh kami baru-baru ini
(-) Your mother has not been being met by us recently
(?) Has your mother been being met by us recently?

Your mother has been being met by you recently
Ibumu telah sedang ditemui oleh kamu baru-baru ini
(-) Your mother has not been being met by you recently
(?) Has your mother been being met by you recently?

Your mother has been being met by him recently
Ibumu telah sedang ditemui oleh dia baru-baru ini
(-) Your mother has not been being met by him recently
(?) Has your mother been being met by him recently?

Your mother has been being met by her recently
Ibumu telah sedang ditemui oleh dia baru-baru ini
(-) Your mother has not been being met by her recently
(?) Has your mother been being met by her recently?

Your mother has been being met by it recently
Ibumu telah sedang ditemui oleh dia baru-baru ini
(-) Your mother has not been being met by it recently
(?) Has your mother been being met by it recently?

Your mother has been being met by them recently
Ibumu telah sedang ditemui oleh mereka baru-baru ini
(-) Your mother has not been being met by them recently
(?) Has your mother been being met by them recently?

10. Past Perfect Continuous Tense

Gunanya yaitu untuk menyatakan suatu kegiatan yang telah sedang dikerjakan pada waktu lampau.

Keterangan waktu yang biasa dipakai antara lain:
since                         sejak
for                            selama
recently                    baru-baru ini

Rumus kalimat aktifnya yaitu:
            subject + had + been + (verb + ing) + sisa kalimat

Rumus kalimat pasifnya yaitu:
            subject + had + been + being + verb III + by + agent (agent) + sisa
            kalimat

Contoh:
Kalimat aktif
I had been calling you for one minute
Saya telah sedang memanggilmu selama satu menit
(-) I had not been calling you for one minute
(?) Had I been calling you for one minute?


We had been calling you for one minute
Kami telah sedang memanggilmu selama satu menit
(-) We had not been calling you for one minute
(?) Had we been calling you for one minute?


You had been calling you for one minute
Kamu telah sedang memanggilmu selama satu menit
(-) You had not been calling you for one minute
(?) Had you been calling you for one minute?

He had been calling you for one minute
Dia telah sedang memanggilmu selama satu menit
(-) He had not been calling you for one minute
(?) Had he been calling you for one minute?

She had been calling you for one minute
Dia telah sedang memanggilmu selama satu menit
(-) He had not been calling you for one minute
(?) Had he been calling you for one minute?

It had been calling you for one minute
Dia telah sedang memanggilmu selama satu menit
(-) It had not been calling you for one minute
(?) Had it been calling you for one minute?

They had been calling you for one minute
Mereka telah sedang memanggilmu selama satu menit
(-) They had not been calling you for one minute
(?) Had they been calling you for one minute?

Kalimat pasif
You had been being called by me for one minute
Kamu telah sedang dipanggil oleh saya selama satu menit
(-) You had not been being called by me for one minute
(?) Had you been being called by me for one minute?

You had been being called by us for one minute
Kamu telah sedang dipanggil oleh kami selama satu menit
(-) You had not been being called by us for one minute
(?) Had you been being called by us for one minute?

I had been being called by you for one minute
Saya telah sedang dipanggil oleh kamu selama satu menit
(-) You had not been being called by you for one minute
(?) Had you been being called by you for one minute?

You had been being called by him for one minute
Kamu telah sedang dipanggil oleh dia selama satu menit
(-) You had not been being called by him for one minute
(?) Had you been being called by him for one minute?

You had been being called by her for one minute
Kamu telah sedang dipanggil oleh dia selama satu menit
(-) You had not been being called by her for one minute
(?) Had you been being called by her for one minute?

You had been being called by it for one minute
Kamu telah sedang dipanggil oleh dia selama satu menit
(-) You had not been being called by it for one minute
(?) Had you been being called by it for one minute?

You had been being called by them for one minute
Kamu telah sedang dipanggil oleh mereka selama satu menit
(-) You had not been being called by them for one minute
(?) Had you been being called by them for one minute?

PENUTUP

Inilah buku yang kami usahakan sebaik mungkin untuk menjadi bacaan yang menuntun, menarik, dan tidak membosankan bagi pembaca. Dengan harapan buku ini telah sedikit memberikan penerangan, karena ilmu yang disampaikan, ditularkan, dan diamalkan, cahayanya akan terus mengalir, sedikit demi sedikit mengikis kegelapan.
Tentunya sebuah karya tidak mungkin lepas dari kurang dan salah. Karenanya kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Terakhir kami kutipkan kata-kata yang mungkin bisa membantu:

“Practise makes perfect”
“Banyak berlatih dapat membuatnya lebih sempurna”


By MUHAMMAD NURHADI, S.Pd.
( an English Teacher of SMPN 1 Wanareja)




Daftar Pustaka

Cambridge English House. Hand Book 1-6. Yogyakarta: CEH.
Cambridge English House. Word Power 1-6. Yogyakarta: CEH.
Echolis, John M, Hassan Shadily. 1997. Kamus Indonesia Inggris. Jakarta: Percetakan PT Gramedia.
Echolis, John M, Hassan Shadily 1982. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Percetakan PT Gramedia.